Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Teori

Karakteristik Akseptor Latih Sekolah Dasar

Hakikat Peserta Didik Sebutan “Peserta Didik” itu menggantikan sebutan “peserta didik” atau “murid” atau “pelajar” atau “student”.  Dalam UU No. 20 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, mendefinisikan penerima didik sebagai setiap insan yang berusaha membuatkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik formal maupun pendidikan non formal, pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Berdasarkan definisi penerima didik di atas, maka sanggup kita pahami bahwa esensinya ialah setiap individu yang berusaha membuatkan potensi pada jalur pendidikan formal dan non formal berdasarkan jenjang dan jenisnya. Sudarwan Danim (2013: 2) Menerangkan perihal hakekat penerima didik sebagai berikut: Peserta didik merupakan insan yang mempunyai diferensiasi potensi dasar kognitif atau intelektual, afektif dan psikomotor. Peserta didik merupakan insan yang mempunyai diferensiasi priodesasi perkembangan dan pertumbuhan, meski mempunyai potensi yang relatif sama....

Pengertian Keterampilan Sosial

Pengertian Keterampilan Sosial Keterampilan sosial ialah istilah dari para mahir psikologi yang merujuk pada penguasaan keterampilan berperilaku tertentu pada anak sesuai tingkat perkembangannya. Keterampilan sosial berasal dari kata terampil dan sosial. Kata keterampilan berasal dari 'terampil' dipakai di sini alasannya ialah di dalamnya terkandung suatu proses belajar, dari tidak terampil menjadi terampil. Kata sosial dipakai alasannya ialah pembinaan ini bertujuan untuk mengajarkan satu kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian pembinaan ketrampilan sosial maksudnya ialah pembinaan yang bertujuan untuk mengajarkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain kepada individu-individu yang tidak trampil menjadi trampil berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, baik dalam hubungan formal maupun informal. Sejumlah  penelitian telah ditawarkan untuk mengatakan definisi secara umum wacana keterampilan sosial. Seperti yang dikemukakan oleh Libert dan Lewins...

Teori Kebutuhan Maslow (Hierarchy Of Needs)

Teori kepribadian Maslow dibuat menurut beberapa perkiraan dasar mengenai motivasi. Pertama, Maslow (1970) mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh pada insan ( holistic  approach to motivation ). Yaitu, keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu penggalan atau fungsi, termotivasi. Kedua , motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal ( motivation is usually complex ) yang berarti bahwa tingkah laris seseorang sanggup muncul dari beberapa motivasi yang terpisah. Contohnya, impian untuk berguru sanggup termotivasi tidak hanya oleh adanya perintah dari orang tua, tetapi juga kebutuhan akan nilai yang baik, prestasi dan pengukuhan kelompok. Selain itu, motivasi untuk melaksanakan sanggup disadari maupun  tidak disadari oleh orang yang melakukan. Contohnya, motivasi seorang mahasiswa untuk menerima nilai tinggi sanggup menutupi motivasi yang sebenarnya yaitu kebutuhan untuk mendominasi atau memperoleh kekuasaan. Asumsi ketiga yakni bahwa orang-orang berulang ka...

Teori Koneksionisme (Thorndike) Dalam Pembelajaran

Pengertian Teori Koneksionisme melalui Teori Belajar Behaviorisme Behaviorisme atau aliran sikap yaitu sebuah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan sanggup dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini beropini bahwa sikap demikian sanggup digambarkan secara ilmiah tanpa melihat bencana fisiologis internal atau konstrak hipotetis menyerupai pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus mempunyai dasar yang bisa diamati tapi tidak ada  perbedaan antara proses yang sanggup diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran  dan perasaan) yaitu perubahan tingkah laris sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini kemudian menjelma aliran psikologi berguru yang besar lengan berkuasa terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. John B. Watson adalah spesi...

Faktor-Faktor Dalam Peningkatan Mutu Sekolah

Faktor-Faktor dalam Peningkatan Mutu Sekolah Dari segi proses, mutu pendidikan berarti keefektifan dan efisiensi seluruh faktor yang berperan  dalam proses pendidikan. Dalam hal ini mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu sekolah.  Faktor yang berperan dalam peningkatan mutu sekolah berdasarkan Nur Zazin (2011:66) yaitu: Kualitas guru Sarana dan prasarana Suasana mencar ilmu Kurikulum yang dilaksanakan Pengelolaan sekolah Selain berdasarkan Nur Zazin, ada juga faktor-faktor yang memepengaruhi peningkatkan mutu sekolah menyerupai yang disarankan oleh Sudarwan Danim (2007:56), yaitu dengan melibatkan lima faktor yang mayoritas : Kepemimpinan Kepala sekolah ; kepala sekolah harus mempunyai dan memahami visi kerja secara jelas, bisa dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat. Siswa ; pendekatan yang harus dilakukan yaitu “anak sebagai sentra “ sehi...

Perkembangan Matematika Di Indonesia

Suka atau tidak suka seseorang terhadap matematika, namun tidak sanggup dihindari bahwa hidupnya akan senantiasa bertemu dengan matematika, entah itu dalam pembelajaran formal, non formal maupun dalam kehidupan mudah sehari-hari. Matematika merupakan alat bantu kehidupan dan pelayan bagi ilmu-ilmu yang lain, ibarat fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik, ekonomi, farmasi maupun matematika sendiri. Mungkin diantara kita banyak yang bertanya bukankah ketika ini sudah ada kalkulator dan komputer sehingga matematika sebagai alat bantu kehidupan menjadi berkurang? Memang benar, dengan kehadiran kedua alat tersebut banyak duduk kasus kehidupan yang awalnya gampang menjadi sulit, dan sanggup diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Namun perlu diketahui bahwa alat-alat tersebut pun juga memakai prinsip matematika. Tanpa adanya prinsip-prinsip dan konsep matematika kedua alat tersebut yaitu kalkulator dan komputer mustahil ada. Begitu pentingnya matematika dalam kehidupan maka tid...

Teori Perkembangan Psikoanalisis (Freud Dan Erikson)

Teori Pendekatan Psikoanalisis Oleh Freud dan Erikson Dalam Perkembangan Psikologi Manusia Teori Freud Freud melihat perkembangan sebagai suatu rangkaian konflik yang bertalian dengan usia antara keinginan primitive danhedonistik anak dan pembatasan yangdipaksanakan kepada mereka oleh masyarakat demi kehidupan bersama. Tiga struktur kepribadian yang terpisah merupakan motor dari konflik tersebut yaitu id, ego, dan superego . Id adalah suatu wilayah bawah sadar dimana instink-instink primordial berada. Ego adalah mencerminkan realitas dan mengarahkan id pada pemenuhannya yang sesuai dengan cara-cara yang realistis, pantas,dan bebas dari hukuman. Superego mencerminkan standard tabiat kemanusiaan dan membatasi gratifikasi keinginan baik yang  berbasis ego maupun id yang tidak sesuai dengan kebaikan masyarakat secara umum. Proses konflik tersebut mucul dalam tahap-tahap di bawah ini. a. Tahap oral Tahap ini terjadi pada bayi ˂ 1tahun. Letak kesenangan bayi   adala...