Postingan

Menampilkan postingan dengan label Model Pembelajaran

Model Pembelajaran Pribadi (Direct Instruction)

Menurut Arends (2001) dalam Trianto (2007: 29) model pembelajaran eksklusif yaitu salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses berguru siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang sanggup diajarkan dengan pola acara bertahap, selangkah demi selangkah. Menurut Sudrajat (2011) model pembelajaran eksklusif yaitu model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan sikap dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan berguru yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru. Menurut Uno dan Nurdin (2011: 111) model pembelajaran eksklusif sanggup berbentuk ceramah, demonstrasi, training atau praktik, dan kerja kelompok. Dari aneka macam pengertian di atas sanggup disimpul...

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) dikembangkan oleh Robert E. Slavin . Merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada adanya acara dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai bahan pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Sementara berdasarkan Spring dalam Armstrong dan Palmer (2011: 2), " STAD has been described as the simplest of a group of cooperative learning techniques referred to as Student Team Learning Methods. In the STAD approach students are assigned to four or five member Teamreflecting [sic] a heterogeneous grouping of high, average, and low achieveing studentsof diverse ethnic backgrounds and different genders. Each week, the teacher introduces new material through a lecture, class discussion, or some form of a teacher presentation. Team members then collaborate on worksheets designed to expand and reinforce the material taught by the teacher. ...

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Menurut Nurhayani (2011) , model snowball throwing melatih siswa untuk lebih tanggap mendapatkan pesan dari orang lain, dan memberikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan tidak memakai tongkat ibarat model pembelajaran talking stik, tetapi memakai kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas kemudian dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang menerima bola kertas membuka dan menjawab pertanyaannya. Menurut  Safitri (2011),  pembelajaran  dengan  model  snowball  throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik, ialah saling melemparkan bola salju (snowball throwing) yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Model snowball throwing merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual (CTL). Snowball throwing yang berdasarkan asal kat...

Model Pembelajaran Jigsaw

Menurut Trianto (2009: 73) , “jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan lalu diubahsuaikan oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins”. Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning . Model ini sanggup dipakai dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Dalam model ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini supaya materi pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana bahu-membahu dan memiliki banyak kesempatan untuk mengolah info dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Arends (1997) dalam Emildadiany (2008), pembelajaran model jigsaw yakni suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan penggalan materi berguru dan bisa mengajarkan materi te...

Model Pembelajaran Make A Match

Model pembelajaran mencari pasangan ( make a match ) yaitu teknik berguru yang dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini yaitu siswa mencari pasangan kartu soal dan kartu balasan sambil berguru mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini dapat dipakai dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia (Isjoni 2010: 67). Menurut Suprijono (2009: 94) , hal-hal yang perlu dipersiapkan kalau pembelajaran dikembangkan dengan make a match yaitu kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari katu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi balasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah dalam pelaksanaan make a match yakni sebagai berikut: Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan dan kartu lainnya berisi balasan dari pertanyaan tersebut. Langkah berikutnya yaitu guru membagi komunitas kelas menjadi 6 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang...

Model Pembelajaran Role Playing (Bermain Peran)

Bermain peran merupakan salah satu metode yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan kekerabatan antar insan ( interpersonal relationship ), terutama yang menyangkut kehidupan siswa. Pengalaman berguru yang diperoleh dari metode bermain tugas ( role playing ) mencakup kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Metode bermain tugas ( role playing ) juga sanggup dipakai untuk meningkatkan keaktifan siswa. Sesuai dengan klarifikasi Vasilieou dan Paraskeva (2010: 29) yang menjelaskan bahwa: Using role-playing techniques students participate actively in learning activities, as they express their feelings, ideas, and arguments, trying to convice others of their viewpoint, and, thus, they, create and develop self-efficacy beliefs. Also through the negotiation and interaction with their peers, they learn to compromise. Accept different perspectives, and gain tolerance to cultural divercity. Farthermore, role playing can be u...

Model Pembelajaran Ctl (Contextual Teaching And Learning)

Pengertian Pembelajaran CTL ( Contextual Teaching and Learning) Menurut Rifa'i (2007:  247) , “pendekatan pembelajaran kontekstual ialah suatu pendekatan pembelajaran yang membantu siswa mengaitkan antara bahan yang dipelajarinya dengan konteks kehidupan atau situasi dunia nyata mereka sehari-hari”. Dengan pendekatan pembelajaran kontekstual ini, proses berguru mengajar akan lebih konkret, lebih relistis, dan lebih bermakna. Hal ini sesuai dengan ciri utama dari pembelajaran kontekstual/CTL yaitu inovasi makna. Sedangkan berdasarkan Trianto (2008: 10) pendekatan CTL merupakan ”konsep berguru yang sanggup membantu guru mengaitkan antara bahan yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa, sehingga sanggup mendorong siswa menciptakan hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya dalam kehidupan mereka”. Pembelajaran kontekstual ( Contextual Teaching and Learning ) berdasarkan Nurhadi (2002: 5) adalah: Konsep berguru yang membantu guru mengaitkan bahan dan mend...

Model Pembelajaran Nht (Numbered Heads Together)

Pengertian Model Pembelajaran NHT Numbered Heads Together atau kepala bernomor yaitu jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk menghipnotis referensi interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional (Trianto 2007: 62). Nurhadi dalam Junaidi (2010), menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan dengan melibatkan siswa dalam melihat kembali materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek atau mengusut pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut.   Numbered Heads Together pertama kali dikembangkan oleh Spencer Kagen (1993). Model pembelajaran ini memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan tanggapan yang paling tepat.  Selain itu, model pembelajaran NHT ini mendorong siswa untuk meningkatkan samangat kerja mereka (Lie, 2004: 59). Langkah-Langkah Model Pembelajaran NHT Menurut Trianto (2007: 63) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT yakni seba...

Model Pembelajaran Tgt (Teams Games Tournament)

Pengertian Model Pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament )  Pembelajaran kooperatif model TGT yaitu salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang gampang diterapkan, melibatkan seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Tipe ini melibatkan tugas siswa sebagai tutor sebaya, mengandung unsur bermain yang bisa menggairahkan semangat mencar ilmu dan mengandung penguatan.  Aktivitas mencar ilmu dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran model kooperatif tipe TGT memungkinkan siswa sanggup mencar ilmu dengan suasana yang menyenangkan disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama,persaingan sehat dan keterlibatan siswa dalam belajar. Menurut Slavin (2010, 166:167) terdapat lima komponen utama dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yaitu : (1) Presentasi kelas atau pengamatan langsung Presentasi kelas dipakai guru untuk memperkenalkan bahan pelajaran dengan pengajaran pribadi atau diskusi ataupun presentasi audiovisual. Guru ...

Model Pembelajaran Think Pair Share

Pengertian Model Pembelajaran Think Pair Share Menurut Trianto (2007: 61) think pair share atau berpikir berpasangan mengembangkan yakni merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mensugesti teladan interaksi siswa. Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland sesuai yang dikutip Arends dalam Trianto (2007: 61) menyatakan bahwa think pair share merupakan suatu cara yang efektif untuk menciptakan variasi suasana teladan diskusi kelas. Dengan perkiraan bahwa semua diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan dan mekanisme yang dipakai dalam think pair share sanggup memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Langkah-langkah think pair share   menurut Trianto (2007: 61) sebagai berikut : (1) Langkah 1 : Berpikir ( thinking ) Guru mengajukan suatu pertanyaan atau problem yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa memakai waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri balasan atau ma...

Model Pembelajaran Pribadi (Direct Instruction)

Menurut Arends (2001) dalam Trianto (2007: 29) model pembelajaran eksklusif yaitu salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses berguru siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang sanggup diajarkan dengan pola acara bertahap, selangkah demi selangkah. Menurut Sudrajat (2011) model pembelajaran eksklusif yaitu model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan sikap dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan berguru yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru. Menurut Uno dan Nurdin (2011: 111) model pembelajaran eksklusif sanggup berbentuk ceramah, demonstrasi, training atau praktik, dan kerja kelompok. Dari aneka macam pengertian di atas sanggup disimpul...

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) dikembangkan oleh Robert E. Slavin . Merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada adanya acara dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai bahan pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Sementara berdasarkan Spring dalam Armstrong dan Palmer (2011: 2), " STAD has been described as the simplest of a group of cooperative learning techniques referred to as Student Team Learning Methods. In the STAD approach students are assigned to four or five member Teamreflecting [sic] a heterogeneous grouping of high, average, and low achieveing studentsof diverse ethnic backgrounds and different genders. Each week, the teacher introduces new material through a lecture, class discussion, or some form of a teacher presentation. Team members then collaborate on worksheets designed to expand and reinforce the material taught by the teacher. ...

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Menurut Nurhayani (2011) , model snowball throwing melatih siswa untuk lebih tanggap mendapatkan pesan dari orang lain, dan memberikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan tidak memakai tongkat ibarat model pembelajaran talking stik, tetapi memakai kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas kemudian dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang menerima bola kertas membuka dan menjawab pertanyaannya. Menurut  Safitri (2011),  pembelajaran  dengan  model  snowball  throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan yang menarik, ialah saling melemparkan bola salju (snowball throwing) yang berisi pertanyaan kepada sesama teman. Model snowball throwing merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual (CTL). Snowball throwing yang berdasarkan asal kat...

Model Pembelajaran Jigsaw

Menurut Trianto (2009: 73) , “jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan lalu diubahsuaikan oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins”. Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning . Model ini sanggup dipakai dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. Dalam model ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini supaya materi pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana bahu-membahu dan memiliki banyak kesempatan untuk mengolah info dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Arends (1997) dalam Emildadiany (2008), pembelajaran model jigsaw yakni suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan penggalan materi berguru dan bisa mengajarkan materi te...

Model Pembelajaran Make A Match

Model pembelajaran mencari pasangan ( make a match ) yaitu teknik berguru yang dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini yaitu siswa mencari pasangan kartu soal dan kartu balasan sambil berguru mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini dapat dipakai dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia (Isjoni 2010: 67). Menurut Suprijono (2009: 94) , hal-hal yang perlu dipersiapkan kalau pembelajaran dikembangkan dengan make a match yaitu kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari katu berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi balasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk lebih jelasnya langkah-langkah dalam pelaksanaan make a match yakni sebagai berikut: Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi pertanyaan dan kartu lainnya berisi balasan dari pertanyaan tersebut. Langkah berikutnya yaitu guru membagi komunitas kelas menjadi 6 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang...

Model Pembelajaran Role Playing (Bermain Peran)

Bermain peran merupakan salah satu metode yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan kekerabatan antar insan ( interpersonal relationship ), terutama yang menyangkut kehidupan siswa. Pengalaman berguru yang diperoleh dari metode bermain tugas ( role playing ) mencakup kemampuan kerja sama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Metode bermain tugas ( role playing ) juga sanggup dipakai untuk meningkatkan keaktifan siswa. Sesuai dengan klarifikasi Vasilieou dan Paraskeva (2010: 29) yang menjelaskan bahwa: Using role-playing techniques students participate actively in learning activities, as they express their feelings, ideas, and arguments, trying to convice others of their viewpoint, and, thus, they, create and develop self-efficacy beliefs. Also through the negotiation and interaction with their peers, they learn to compromise. Accept different perspectives, and gain tolerance to cultural divercity. Farthermore, role playing can be u...

Model Pembelajaran Ctl (Contextual Teaching And Learning)

Pengertian Pembelajaran CTL ( Contextual Teaching and Learning) Menurut Rifa'i (2007:  247) , “pendekatan pembelajaran kontekstual ialah suatu pendekatan pembelajaran yang membantu siswa mengaitkan antara bahan yang dipelajarinya dengan konteks kehidupan atau situasi dunia nyata mereka sehari-hari”. Dengan pendekatan pembelajaran kontekstual ini, proses berguru mengajar akan lebih konkret, lebih relistis, dan lebih bermakna. Hal ini sesuai dengan ciri utama dari pembelajaran kontekstual/CTL yaitu inovasi makna. Sedangkan berdasarkan Trianto (2008: 10) pendekatan CTL merupakan ”konsep berguru yang sanggup membantu guru mengaitkan antara bahan yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa, sehingga sanggup mendorong siswa menciptakan hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapannya dalam kehidupan mereka”. Pembelajaran kontekstual ( Contextual Teaching and Learning ) berdasarkan Nurhadi (2002: 5) adalah: Konsep berguru yang membantu guru mengaitkan bahan dan mend...

Model Pembelajaran Nht (Numbered Heads Together)

Pengertian Model Pembelajaran NHT Numbered Heads Together atau kepala bernomor yaitu jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk menghipnotis referensi interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional (Trianto 2007: 62). Nurhadi dalam Junaidi (2010), menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan dengan melibatkan siswa dalam melihat kembali materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran dan mengecek atau mengusut pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut.   Numbered Heads Together pertama kali dikembangkan oleh Spencer Kagen (1993). Model pembelajaran ini memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan tanggapan yang paling tepat.  Selain itu, model pembelajaran NHT ini mendorong siswa untuk meningkatkan samangat kerja mereka (Lie, 2004: 59). Langkah-Langkah Model Pembelajaran NHT Menurut Trianto (2007: 63) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT yakni seba...